Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

ihsg

Pasar Saham Indonesia Berdarah: IHSG Anjlok 2,08% Diseret Aksi Jual Global

team, October 17, 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok hingga 2,08% ke level 7.956 pada perdagangan Rabu siang. Tekanan jual meluas di semua sektor, membuat ratusan saham melemah dan investor cemas akan arah pasar berikutnya.

IHSG Terjun Bebas 2,08%! Investor Panik, Saham-Saham Unggulan Berguguran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpukul hebat pada perdagangan Rabu (17/10/2025) siang. Hingga pukul 11.14 WIB, indeks utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat jatuh 2,08% ke level 7.956, menandai koreksi tajam yang mengguncang pasar.

Data perdagangan menunjukkan bahwa sebanyak 570 saham melemah, hanya 148 saham yang mampu menguat, sementara 235 saham lainnya stagnan. Kondisi ini menandakan tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor, baik saham big cap maupun lapis kedua.

Nilai Transaksi Masih Tinggi di Tengah Koreksi

Meskipun IHSG melemah tajam, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Total nilai transaksi mencapai Rp13,10 triliun dengan volume perdagangan sebesar 20,91 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi menembus 1,53 juta kali.
Lonjakan aktivitas ini menunjukkan bahwa investor masih aktif di pasar, namun tekanan jual jauh lebih dominan dibandingkan aksi beli.

Banyak analis menilai penurunan ini didorong oleh sentimen eksternal dan internal. Dari sisi global, pasar saham Asia cenderung melemah mengikuti pelemahan bursa Wall Street semalam. Investor khawatir terhadap potensi perlambatan ekonomi global, kebijakan suku bunga tinggi yang berkepanjangan, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Sementara dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap arus keluar dana asing (capital outflow) dan penurunan kinerja sejumlah emiten besar turut menekan psikologis pasar.

Saham-Saham Pemberat IHSG

Sejumlah saham unggulan menjadi pemberat utama IHSG hari ini. Di antaranya adalah:

  • PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) yang anjlok 14,83%, menjadi salah satu saham dengan penurunan paling tajam di papan perdagangan.

  • PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), emiten penyedia data center ternama, turut tergerus 3,24%.

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga tak luput dari tekanan jual dengan penurunan 7,87%.

  • PT Panca Global Kapital Tbk. (PGUN) tercatat turun 14,99%, mendekati batas auto reject bawah (ARB).

  • PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLU) ikut melemah 11,29% di tengah tren negatif sektor properti.

Penurunan tajam di saham-saham tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada sektor tertentu, melainkan merata di berbagai lini, mulai dari teknologi hingga properti dan energi.

Sektor Teknologi dan Energi Jadi Korban Terbesar

Sektor teknologi yang sempat menjadi primadona di awal tahun kini menjadi penyumbang terbesar penurunan IHSG. Aksi profit taking besar-besaran terlihat setelah sebelumnya saham-saham teknologi menguat tajam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, sektor energi dan pertambangan juga melemah mengikuti koreksi harga komoditas global, terutama minyak dan batu bara, yang turun karena kekhawatiran permintaan dunia akan melambat.

Analis pasar modal menilai bahwa investor kini cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah dan dolar AS. Pergeseran preferensi ini membuat saham berisiko tinggi semakin tertekan.

Arah IHSG Selanjutnya: Waspada, tapi Ada Peluang

Meskipun koreksi hari ini cukup tajam, sejumlah analis percaya peluang rebound masih terbuka. Secara teknikal, IHSG telah memasuki area jenuh jual (oversold) dalam jangka pendek.
Namun, penguatan berkelanjutan masih bergantung pada stabilitas sentimen global serta kemampuan investor domestik menahan arus jual asing.

Para analis merekomendasikan agar investor lebih selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada emiten berfundamental kuat dan memiliki prospek jangka panjang, seperti sektor perbankan besar, telekomunikasi, dan infrastruktur.
Di sisi lain, trader jangka pendek disarankan untuk menunggu konfirmasi pembalikan arah sebelum kembali masuk ke pasar.

IHSG Masih Rawan, Tapi Momentum Koreksi Bisa Jadi Peluang

Koreksi IHSG sebesar 2,08% ke level 7.956 menunjukkan bahwa pasar saham domestik sedang menghadapi tekanan kuat dari faktor global maupun internal.
Dengan lebih dari 570 saham melemah, investor perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan sinyal-sinyal teknikal serta arah aliran dana asing.

Namun di balik tekanan ini, koreksi tajam juga sering menjadi momentum akumulasi bagi investor jangka panjang, terutama pada saham-saham berfundamental kuat yang kini diperdagangkan di harga menarik.
Pasar memang tengah bergejolak, tetapi seperti yang sering dikatakan pelaku pasar berpengalaman: volatilitas adalah kesempatan, bukan ancaman.

Pasar Forex ekonomi IndonesiaIHSGindeks sahamsaham Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Pasar Forex laba

Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba

January 28, 2026

Saham AS ditutup beragam di tengah laporan laba perusahaan dan melemahnya keyakinan konsumen, sementara kurva imbal hasil Treasury semakin curam. Teknologi Menjadi Penopang Utama S&P 500 Pasar saham Amerika Serikat menutup perdagangan dengan pergerakan yang beragam pada hari Selasa, mencerminkan sikap investor yang semakin selektif di tengah derasnya laporan laba…

Read More
Pasar Forex gbp

EUR/GBP Melemah ke Area 0,8660, Pound Perkasa Jelang Data PDB Inggris dan Sinyal BoE

January 14, 2026

EUR/GBP turun ke sekitar 0,8660 seiring penguatan Pound Sterling menjelang rilis PDB Inggris. Komentar Bank of England soal normalisasi kebijakan moneter menopang GBP. EUR/GBP Tertekan saat Pound Menguat Jelang Data Ekonomi Inggris Pasangan mata uang EUR/GBP diperdagangkan lebih rendah di kisaran 0,8660 pada perdagangan hari Rabu, mencatat penurunan sekitar 0,12%…

Read More
Pasar Forex RBA

Dolar Australia Melemah di Tengah Sikap Hati-Hati RBA dan Penguatan Dolar AS

November 12, 2025

Dolar Australia melemah meski RBA tetap berhati-hati. Dolar AS menguat jelang akhir penutupan pemerintah AS. Simak analisis lengkap AUD/USD di sini. Dolar Australia Tertekan oleh Penguatan Dolar AS Meski RBA Tetap Hati-Hati Dolar Australia (AUD) kembali tertekan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari Rabu, memperpanjang tren pelemahan yang…

Read More

Comment

  1. Pingback: Rekor Baru! Harga Emas Antam Hampir Sentuh Rp2,5 Juta per Gram - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes