IHSG sesi I hari ini, Selasa (21/10/2025), menguat 1,09% ke level 8.176, dipimpin oleh lonjakan saham sektor transportasi dan infrastruktur. Total transaksi mencapai Rp11,88 triliun dengan 405 saham menguat.
IHSG Menguat ke 8.176: Sektor Transportasi dan Infrastruktur Pimpin Reli Bursa Selasa Ini
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan kinerja positif pada perdagangan sesi pertama hari Selasa (21/10/2025). Indeks utama Bursa Efek Indonesia ini menguat 87,94 poin atau naik 1,09% ke level 8.176,92, seiring dengan sentimen positif di pasar regional dan lonjakan saham-saham unggulan di sektor transportasi serta infrastruktur.
Pergerakan IHSG yang solid menunjukkan kembalinya optimisme investor setelah periode fluktuasi pada pekan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak stabil di zona hijau dalam kisaran 8.161–8.205, mencerminkan kuatnya minat beli di tengah volatilitas global yang mulai mereda.
Aktivitas Perdagangan Meningkat Signifikan
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total transaksi pada sesi pertama mencapai Rp11,88 triliun dengan volume perdagangan sebesar 19,58 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,325 juta kali, menandakan aktivitas perdagangan yang tinggi.
Dari total saham yang diperdagangkan, 405 saham tercatat menguat, 251 saham melemah, dan 155 saham stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan dominasi kuat dari sisi pembeli (buyers) di tengah momentum penguatan sektor-sektor utama ekonomi domestik.
Sektor Transportasi dan Infrastruktur Jadi Motor Kenaikan
Kinerja positif IHSG banyak ditopang oleh sektor-sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi riil. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan lonjakan 2,89%, diikuti oleh infrastruktur yang naik 2,07%, serta energi yang turut menguat 1,33%.
Sektor properti dan barang baku juga mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 1,12% dan 1,05%, didorong oleh ekspektasi peningkatan investasi serta pembangunan infrastruktur di akhir tahun fiskal.
Sebaliknya, tekanan terjadi di sektor teknologi yang turun 1,33%, serta barang konsumsi primer yang melemah 1,22%. Sektor industri dan kesehatan juga terkoreksi tipis, masing-masing 0,45% dan 0,02%, seiring dengan aksi ambil untung (profit-taking) investor.
Top Gainers: Saham Transportasi dan Properti Mendominasi
Beberapa saham mencatatkan lonjakan signifikan hingga mencapai batas auto rejection atas (ARA) dan menjadi top gainers pada sesi perdagangan hari ini.
Di antaranya adalah:
* PT City Retail Developments Tbk (NIRO) naik 34,71% ke Rp163 per saham.
* PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) melonjak 25% ke Rp1.675 per saham.
* PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 25% ke Rp440 per saham.
* PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) menguat 24,55% ke Rp1.040 per saham.
* PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) meningkat 19,67% ke Rp7.300 per saham.
Saham-saham tersebut mencerminkan minat investor terhadap sektor-sektor yang dinilai berpotensi mencatat pertumbuhan kinerja hingga akhir 2025, khususnya di bidang transportasi, jasa, dan properti komersial.
Top Losers: Delapan Saham Tersentuh Auto Rejection Bawah
Namun, di sisi lain, beberapa saham juga mengalami tekanan jual yang tajam hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Sebanyak delapan saham tercatat anjlok signifikan, di antaranya:
* PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) turun 15% ke Rp765
* PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) merosot 14,99% ke Rp90.300
* PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melemah 14,98% ke Rp1.930
* PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) jatuh 14,94% ke Rp12.525
* PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) terkoreksi 14,85% ke Rp2.580
* PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) susut 14,81% ke Rp9.925
* PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) turun 14,77% ke Rp5.625
* PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) merosot 14,75% ke Rp3.120
Aksi jual tersebut sebagian besar terjadi akibat sentimen teknikal jangka pendek dan aksi ambil untung setelah reli signifikan pada pekan lalu.
Dukungan dari Bursa Asia
Penguatan IHSG juga tak lepas dari pergerakan positif di bursa saham regional Asia. Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 1,49%, Nikkei (Jepang) meningkat 0,63%, Shanghai Composite (Tiongkok) menguat 1,14%, dan Straits Times (Singapura) naik 1,35%.
Kinerja positif di kawasan Asia memberikan dorongan tambahan bagi pasar domestik, di tengah ekspektasi bahwa kebijakan moneter global akan tetap akomodatif hingga akhir tahun. Investor juga menilai potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat, terutama dengan dukungan proyek infrastruktur dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Analisis: Optimisme Jangka Pendek Masih Terjaga
Kenaikan IHSG pada perdagangan sesi pertama menunjukkan bahwa sentimen investor lokal masih positif terhadap prospek ekonomi nasional. Lonjakan pada saham-saham berkapitalisasi menengah dan sektor infrastruktur memperkuat sinyal rotasi portofolio menuju sektor riil.
Namun, analis memperingatkan bahwa investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi teknikal dalam beberapa hari ke depan, terutama setelah indeks menembus level psikologis 8.150. Faktor eksternal seperti pergerakan harga komoditas global dan arah kebijakan suku bunga AS juga masih berpotensi memengaruhi volatilitas pasar.
IHSG Masih Berpeluang Lanjut Menguat
Secara keseluruhan, perdagangan sesi pertama hari ini memperlihatkan bahwa IHSG masih berada dalam tren penguatan jangka pendek, dengan dukungan luas dari sektor transportasi, infrastruktur, dan energi. Selama aliran dana asing tetap masuk dan sentimen global terjaga stabil, peluang indeks menembus level 8.200–8.250 masih terbuka lebar pada sesi perdagangan berikutnya.

Comment