Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

ihsg

IHSG Awal Perdagangan Akhir 2025 Tertekan

team, December 30, 2025

IHSG dibuka melemah pada perdagangan terakhir 2025 di tengah tekanan saham emiten emas dan perbankan besar. Analis menilai sentimen global dan pelemahan rupiah masih membayangi pergerakan indeks.

Saham Emas dan Bank Besar Jadi Beban

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan terakhir tahun 2025 dengan pergerakan negatif. Pada pembukaan perdagangan Selasa (30/12/2025), indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau melemah dan bergerak di zona merah, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang tutup buku akhir tahun.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka di level 8.627,40, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Tak lama setelah pembukaan, IHSG bergerak dalam rentang 8.597,07 hingga 8.629,43, menunjukkan volatilitas terbatas seiring minimnya volume transaksi di akhir tahun.

Pergerakan Saham Campuran, Tekanan Datang dari Emiten Besar

Meskipun indeks melemah, pergerakan saham secara keseluruhan terpantau bervariasi. Tercatat sebanyak 258 saham menguat, 156 saham melemah, dan 241 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG pada pagi hari tercatat sebesar Rp15.792 triliun, mencerminkan masih besarnya nilai pasar meski indeks berada dalam fase koreksi jangka pendek.

Tekanan utama terhadap IHSG datang dari saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya dari sektor perbankan dan komoditas emas. Saham-saham ini memiliki bobot besar dalam perhitungan indeks sehingga pergerakan negatifnya langsung menekan IHSG.

Saham Perbankan Jumbo Ikut Menyeret Indeks

Dari sektor perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu saham dengan tekanan paling signifikan. Saham BBRI terpantau turun 3,44% ke level Rp3.650 per saham pada awal perdagangan. Aktivitas transaksi BBRI cukup ramai dengan volume mencapai 25,6 juta saham, senilai sekitar Rp94,1 miliar.

Selain BBRI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga bergerak melemah meskipun dengan penurunan yang relatif terbatas. Saham BBCA tercatat turun 0,62% ke level Rp7.975 per saham. Tekanan pada saham bank besar mencerminkan aksi ambil untung investor setelah reli panjang sektor perbankan sepanjang 2025.

Pelaku pasar dinilai cenderung mengamankan keuntungan (profit taking) menjelang akhir tahun, terutama pada saham-saham yang telah mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Emiten Emas dan Tambang Jadi Sorotan

Tekanan juga datang dari sektor komoditas, khususnya saham emiten emas dan pertambangan. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat melemah cukup dalam, turun 3,64% ke level Rp3.180 per saham. Pelemahan ANTM terjadi di tengah koreksi harga emas global serta sentimen rotasi sektor yang dilakukan investor.

Sementara itu, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga bergerak di zona merah dengan penurunan 1,45% ke level Rp680 per saham. Saham lain di sektor tambang yang mengalami tekanan adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang anjlok 6,43% ke posisi Rp1.820 per saham.

Tak hanya itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga melemah 3,93% ke level Rp1.100 per saham, menambah daftar saham tambang yang membebani pergerakan indeks pada pagi hari.

Sentimen Global Masih Membayangi

Analis Retail Research CGS International Sekuritas menilai pelemahan IHSG tidak lepas dari tekanan eksternal. Mayoritas indeks saham di Wall Street tercatat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya, terutama akibat aksi jual pada saham-saham teknologi yang selama ini menjadi motor penguatan pasar global.

Selain itu, melemahnya harga sejumlah komoditas global turut memberi tekanan pada saham-saham berbasis sumber daya alam di pasar domestik. Faktor lain yang tak kalah penting adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang masih berlanjut dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan.

“Tekanan dari Wall Street, koreksi harga komoditas global, serta pelemahan rupiah diperkirakan menjadi katalis negatif bagi pergerakan IHSG hari ini,” jelas CGS International Sekuritas dalam risetnya.

Aliran Dana Asing Berpotensi Menahan Pelemahan

Meski demikian, CGS International Sekuritas juga menyoroti adanya faktor penahan pelemahan. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai yang relatif besar. Aliran dana asing ini berpotensi menjadi penopang IHSG dan membatasi penurunan lebih dalam.

Masuknya dana asing menunjukkan bahwa minat investor global terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga, meskipun di tengah ketidakpastian global dan volatilitas nilai tukar.

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Untuk perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan menguji area support di kisaran 8.562–8.475.

Sementara itu, level resistance jangka pendek berada di rentang 8.730–8.811. Selama IHSG belum mampu menembus area resistance tersebut, potensi konsolidasi atau koreksi terbatas masih terbuka, terutama di tengah volume perdagangan yang cenderung menipis menjelang akhir tahun.

Penutup Tahun dengan Sikap Hati-Hati

Pelemahan IHSG pada perdagangan terakhir 2025 mencerminkan sikap wait and see investor yang memilih berhati-hati sambil menutup buku akhir tahun. Tekanan dari saham-saham unggulan menunjukkan bahwa koreksi jangka pendek merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar setelah reli panjang sepanjang tahun.

Pelaku pasar kini menanti arah baru pada awal 2026, dengan fokus pada perkembangan global, kebijakan bank sentral utama, serta stabilitas ekonomi domestik sebagai penentu arah IHSG selanjutnya.

Indeks dan saham IHSG 30 Desember 2025IHSG hari inipasar saham Indonesia

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Indeks dan saham ihsg

IHSG Terancam Koreksi Pendek, Analis Ungkap Peluang dan Rekomendasi Saham Potensial Hari Ini

December 12, 2025

IHSG diperkirakan rawan koreksi usai melemah 0,92% ke 8.620. Analis memproyeksikan pergerakan wave yang menandakan potensi penurunan jangka pendek. Simak level support-resistance serta rekomendasi saham pilihan untuk perdagangan hari ini. IHSG Masuk Fase Rentan Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada dalam area yang sensitif terhadap tekanan jual setelah…

Read More
Indeks dan saham ihsg

IHSG Tergelincir ke Level 8.100: Pasar Tunggu Rilis Ekonomi dan Tinjauan MSCI November 2025

November 5, 2025

IHSG turun ke level 8.100 pada Rabu (5/11/2025) di tengah penantian rilis data ekonomi kuartal III dan tinjauan indeks MSCI yang berpotensi memicu volatilitas pasar saham Indonesia. Tekanan Regional: Bursa Asia Kompak Melemah Jakarta, 5 November 2025 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan…

Read More
Indeks dan saham ihsg

IHSG Menguat di Pembukaan

December 5, 2025

IHSG dibuka menguat didorong reli saham CUAN, TPIA, CDIA, hingga sektor perbankan dan LQ45, sementara sejumlah saham big caps melemah. Simak analisis lengkap sentimen pasar hari ini. Saham Prajogo Group, Perbankan, dan LQ45 Jadi Motor Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada awal perdagangan Jumat, 5…

Read More

Comment

  1. Pingback: Harga Emas Menguat Tajam di Atas US$4.350 - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes