Laba PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tumbuh 90,7% hingga kuartal III-2025, didorong lonjakan penjualan emas, kenaikan ASP global, dan efisiensi operasional. Simak analisis lengkap kinerja HRTA dan prospeknya.
Lonjakan Pendapatan Didukung Penjualan Emas Murni
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), salah satu pemain terbesar di industri emas Indonesia, kembali mencatatkan kinerja luar biasa sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Dorongan kuat dari tren kenaikan harga emas global serta perbaikan efisiensi operasional membuat perusahaan ini mencatat lonjakan profitabilitas yang impresif. Hingga kuartal III-2025, laba bersih HRTA tercatat melesat 90,7% menjadi Rp 575,76 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan perolehan Rp 301,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Senin, 17 November 2025. Manajemen HRTA menegaskan bahwa performa gemilang ini bukan hanya hasil dari meningkatnya permintaan emas, tetapi juga efektivitas strategi internal yang terus disempurnakan dalam dua tahun terakhir.
Kinerja positif HRTA ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang luar biasa. Hingga kuartal III-2025, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan Rp 25,19 triliun, melonjak 89,6% dari Rp 13,29 triliun pada periode yang sama tahun 2024.
Pertumbuhan pendapatan ini terutama disumbang oleh peningkatan volume penjualan emas murni. Sepanjang sembilan bulan 2025, HRTA membukukan penjualan 14,79 ton emas, naik 29,6% dari 11,41 ton pada tahun sebelumnya. Kenaikan volume tersebut mencerminkan permintaan pasar yang tetap solid meski pasar emas global berfluktuasi.
Tak hanya meningkat dari sisi volume, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) emas juga mengalami kenaikan signifikan. Rata-rata harga jual emas HRTA naik 46,3% menjadi Rp 1.695.288 per gram, mengikuti tren bull market emas sepanjang 2025. Harga emas global memang terus menguat seiring meningkatnya permintaan safe haven, ketidakpastian ekonomi global, dan tren penurunan suku bunga di berbagai negara.
Ketahanan Bisnis di Tengah Volatilitas Pasar
Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto, menyampaikan bahwa capaian kinerja ini merupakan cerminan dari ketahanan model bisnis perusahaan meski volatilitas pasar masih tinggi.
“Kami terus memperkuat ekosistem emas nasional melalui inovasi produk dan perluasan jaringan distribusi. Selain itu, perseroan aktif memperkuat sinergi di sektor keuangan syariah dan mendorong digitalisasi rantai pasok untuk meningkatkan efisiensi,” ujar Sandra.
Langkah-langkah tersebut menjadi strategi utama HRTA untuk memastikan kelancaran operasional sekaligus memperluas pangsa pasar di tengah tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.
Kontribusi Segmen Bisnis: Grosir Masih Mendominasi
Struktur pendapatan HRTA masih sangat ditopang oleh segmen grosir. Hingga kuartal III-2025:
-
Grosir menyumbang 82,6% dari total pendapatan
-
Ritel berkontribusi 16,5%
-
Bisnis gadai 0,4%
-
Segmen ekspor 0,4%
Kuatnya kontribusi segmen grosir menunjukkan posisi HRTA sebagai pemasok emas besar bagi berbagai pelaku pasar, termasuk toko-toko emas skala kecil hingga menengah di seluruh Indonesia.
Profitabilitas Meningkat Berkat Efisiensi Operasional
Direktur Keuangan HRTA, Ong Deny, menegaskan bahwa lonjakan laba bukan semata-mata ditopang oleh melonjaknya harga emas, namun juga strategi efisiensi perseroan yang semakin matang.
Perseroan berhasil mencetak beberapa indikator keuangan positif:
-
Net Profit Margin (NPM): 2,29%
-
Return on Assets (ROA): 9,39%
-
Return on Equity (ROE): 27,13%
Pencapaian ROE di atas 25% menunjukkan kemampuan HRTA dalam mengelola modal secara optimal. Dalam industri emas yang memiliki margin relatif tipis, hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan berhasil menjaga efisiensi di berbagai lini operasional.
Selain itu, rasio utang berbunga HRTA tetap berada di tingkat yang aman, yaitu 1,39 kali. Angka ini memperlihatkan struktur permodalan yang solid serta likuiditas yang terjaga, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi lanjutan.
Prospek Positif hingga Akhir Tahun
Dengan tren kenaikan harga emas global yang diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2025, HRTA diproyeksikan tetap berada dalam jalur pertumbuhan kuat. Kenaikan permintaan emas, baik sebagai instrumen investasi maupun perhiasan, diprediksi akan terus mendukung kinerja perusahaan.
Selain itu, strategi diversifikasi, ekspansi jaringan ritel, kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, hingga digitalisasi proses internal diperkirakan memberi kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan perseroan.
Dengan kombinasi antara pasar yang menguntungkan dan strategi bisnis yang solid, Hartadinata Abadi dinilai memiliki potensi mempertahankan momentum pertumbuhan yang impresif hingga tutup tahun.

Comment