Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

harga

Harga Tembaga Hampir US$13.000 per Ton

team, January 24, 2026

Harga tembaga melonjak mendekati US$13.000 per ton seiring reli logam industri global. Pelemahan dolar AS, rotasi investor, dan pasokan ketat mendorong tren bullish komoditas logam.

Investor Berburu Logam Industri di Tengah Pelemahan Dolar

Harga tembaga kembali mencuri perhatian pelaku pasar global setelah melonjak mendekati level psikologis US$13.000 per ton pada perdagangan Jumat (23/1/2026). Kenaikan ini menandai kelanjutan reli logam industri yang terjadi secara luas, seiring melemahnya dolar AS serta rotasi besar-besaran investor dari aset keuangan seperti mata uang dan obligasi pemerintah menuju komoditas fisik.

Berdasarkan data Bloomberg, harga tembaga naik 1,1% menjadi US$12.890,50 per ton di London Metal Exchange (LME) pada pukul 11.27 waktu Shanghai. Penguatan tembaga tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan harga logam dasar lainnya. Timah mencatat kenaikan paling tajam sebesar 3,5%, disusul nikel yang menguat 2,6%, serta seng yang naik 1,6%. Sementara itu, harga bijih besi turut menguat 1% menjadi US$104,65 per ton di Singapura.

Pelemahan Dolar dan Ketidakpastian Global Jadi Pemicu

Reli logam industri kali ini tidak terlepas dari dinamika geopolitik global dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Langkah-langkah kontroversial Presiden AS Donald Trump yang kembali mengubah tatanan geopolitik, termasuk tekanan terbuka terhadap Federal Reserve, memicu peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Situasi tersebut mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap dolar AS dan surat utang pemerintah, lalu mengalihkan dana ke aset riil yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak kebijakan. Biasanya, kondisi seperti ini hanya menguntungkan logam mulia seperti emas dan perak. Namun dalam beberapa pekan terakhir, arus dana tersebut meluas ke logam dasar, termasuk tembaga.

Analis menilai pelemahan dolar AS memberikan dorongan tambahan bagi harga komoditas karena membuat logam yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli non-AS, sehingga permintaan global meningkat.

Tembaga Didukung Fundamental Kuat

Selain faktor makro, reli tembaga juga ditopang oleh fundamental yang solid. Sejak pertengahan tahun lalu, harga tembaga telah bergerak dalam tren naik akibat kombinasi pasokan tambang yang terbatas dan permintaan struktural yang terus meningkat.

Produksi tambang tembaga global masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari penurunan kadar bijih, gangguan operasional, hingga keterlambatan proyek ekspansi. Di sisi lain, permintaan tembaga melonjak seiring percepatan elektrifikasi global, terutama untuk kendaraan listrik, jaringan energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur hijau.

Tak hanya itu, lonjakan pengiriman tembaga ke Amerika Serikat menjelang potensi kebijakan tarif baru juga turut memperketat pasokan di pasar internasional. Akibatnya, harga tembaga telah menguat sekitar 15% sejak akhir November 2025.

“Tembaga saat ini menjadi salah satu komoditas paling menarik karena didukung oleh permintaan jangka panjang dari transisi energi, sementara pasokan masih tertinggal,” ujar seorang pedagang logam di Asia.

Dinamika Pasar LME: Dari Backwardation ke Contango

Meski harga acuan tembaga terus menguat, dinamika struktur pasar di LME menunjukkan perubahan signifikan. Selisih harga antar kontrak tembaga melebar dalam beberapa hari terakhir, seiring masuknya pasokan ke gudang-gudang di Amerika Serikat dan Asia.

Pada Kamis (22/1/2026), harga tembaga spot diperdagangkan dengan diskon US$82,84 per ton dibandingkan kontrak tiga bulan LME. Kondisi ini dikenal sebagai contango, yang biasanya mencerminkan pasokan jangka pendek yang lebih longgar.

Perubahan tersebut kontras dengan situasi pada Selasa (20/1/2026), ketika pasar berada dalam kondisi backwardation, di mana harga spot lebih tinggi dari kontrak berjangka lebih panjang dengan selisih lebih dari US$100 per ton. Backwardation biasanya mengindikasikan keketatan pasokan yang ekstrem dalam jangka pendek.

Menurut pelaku pasar, masuknya arus logam ke gudang-gudang LME di Asia menjadi faktor utama yang meredakan tekanan pasokan tersebut.

Peran Pabrik Peleburan China

Salah satu sumber utama arus masuk tembaga ke gudang LME berasal dari China. Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa pengiriman tersebut sebagian besar berasal dari pabrik peleburan China yang sebelumnya telah memesan kontrak ketika peluang arbitrase masih menguntungkan.

Tahun ini, pabrik peleburan China meningkatkan ekspor tembaga melalui pengiriman ke gudang LME, setelah harga acuan internasional naik melampaui harga domestik. Kondisi tersebut terjadi di tengah perlambatan sektor properti China yang menekan konsumsi tembaga di dalam negeri.

Dengan melemahnya permintaan domestik, eksportir China memilih menyalurkan pasokan ke pasar internasional untuk memanfaatkan harga yang lebih tinggi. Meski demikian, analis memperkirakan arus pengiriman ini hanya bersifat sementara.

“Jendela arbitrase saat ini sudah tertutup, tetapi pengiriman yang telah dipesan sebelumnya masih akan terus masuk dalam beberapa minggu ke depan,” ujar seorang trader logam di Shanghai.

Prospek Harga Tembaga ke Depan

Ke depan, pelaku pasar menilai volatilitas harga tembaga masih akan tinggi. Di satu sisi, pasokan tambahan dari gudang LME dapat menahan laju kenaikan dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, tren jangka panjang tetap bullish seiring kebutuhan tembaga yang meningkat untuk mendukung transformasi energi global.

Selama dolar AS masih berada dalam tren melemah dan ketidakpastian geopolitik belum mereda, logam industri seperti tembaga diperkirakan tetap menjadi tujuan utama investor. Dengan level US$13.000 per ton yang semakin dekat, pasar kini menanti apakah tembaga mampu menembus rekor baru dan mengukuhkan posisinya sebagai bintang di pasar komoditas global.

Komiditi harga komoditas logamharga tembagareli logam industritembaga LME

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Komiditi dunia

Harga Minyak Dunia Menguat di Akhir 2025

December 29, 2025

Harga minyak dunia hari ini (29/12/2025) menguat tipis di akhir tahun seiring optimisme kebijakan fiskal China 2026 dan harapan pemulihan permintaan global, meski risiko oversupply masih membayangi. Harga Minyak Dunia Menguat Tipis di Penghujung Tahun Harga minyak dunia menunjukkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025, menandai pergerakan positif…

Read More
Komiditi antam

Investor Bersorak! Harga Emas Antam Melonjak ke Level Tertinggi dalam Sejarah

October 15, 2025

Harga emas Antam kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Rabu (15/10/2025), menembus Rp2,38 juta per gram. Kenaikan ini sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang hampir mencapai US$4.200 per troy ons. Harga Emas Antam Pecah Rekor Tiga Hari Beruntun, Tembus Rp2,38 Juta per Gram! Harga emas produksi PT Aneka…

Read More
Komiditi minyak

Ketegangan Dagang AS–China Mereda, Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Tengah Optimisme Global

October 31, 2025November 11, 2025

Harga minyak dunia menguat tipis pada Jumat, 31 Oktober 2025, setelah Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan dagang parsial. Minyak Brent naik ke US$65 per barel dan WTI di US$60,57, didukung oleh pemangkasan suku bunga The Fed dan optimisme pasar global. Harga Minyak Dunia Naik Tipis Seiring Meredanya Ketegangan Dagang…

Read More

Comment

  1. Pingback: Emas Cetak Rekor Nyaris US$5.000, Dolar AS Terpuruk di Tengah Isu Intervensi Yen - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes