Pound Sterling menguat meski dibayangi isu fiskal, ditopang pasar obligasi stabil dan melemahnya USD. Ekspektasi pemotongan suku bunga Fed semakin memperkuat GBP.
GBP Tetap Tangguh di Tengah Pengawasan Anggaran Inggris
Pound Sterling (GBP) kembali menunjukkan ketahanan luar biasa di pasar valuta asing, bahkan ketika perhatian investor tertuju pada Anggaran Musim Gugur Inggris dan potensi risiko fiskal yang menyertainya. Menurut analisis Philip Wee, Ahli Strategi Valas Senior dari DBS, performa GBP belakangan ini bukan hanya hasil dari stabilitas domestik, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika global, terutama pelemahan Dolar AS (USD) dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
GBP Menguat di Tengah Kekhawatiran Anggaran Inggris
Stabilitas Pasar Obligasi Berperan Penting
Menurut DBS, pasar telah menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang kemungkinan pelanggaran fiskal Pemerintahan Inggris dianggap berlebihan. Meski Anggaran Musim Gugur sempat memicu kritik terkait kredibilitas Kanselir Rachel Reeves, pasar obligasi tetap bergerak stabil. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa GBP dapat mempertahankan posisinya.
DBS menyoroti beberapa faktor pendukung:
* Asumsi pertumbuhan OBR yang konservatif
Office for Budget Responsibility (OBR) memberikan proyeksi ekonomi yang lebih berhati-hati, mengurangi risiko kejutan fiskal.
* Tidak ada kebijakan yang menyerupai “mini budget” 2022
Pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan agresif yang berpotensi mengguncang pasar seperti sebelumnya.
* Komitmen terhadap disiplin fiskal
Pemerintah tetap berupaya mengendalikan pengeluaran harian, yang membantu menjaga kepercayaan pasar obligasi.
Philip Wee menegaskan bahwa kombinasi stabilitas tersebut sudah cukup untuk mempertahankan iklim investasi yang kondusif bagi GBP, meski kritik anggaran masih terdengar.
Faktor Global Ikut Mengangkat GBP
Pelemahan USD Lebih Dominan dari Risiko Domestik
Selain faktor internal Inggris, sentimen global kini lebih menguntungkan GBP. Pasar valuta asing saat ini lebih fokus pada prospek penurunan suku bunga The Fed, yang telah melemahkan Dolar AS dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memberikan ruang yang lebih luas bagi penguatan GBP.
DBS mencatat bahwa tekanan terhadap USD memiliki dampak yang jauh lebih kuat dibandingkan kekhawatiran pasar terkait rencana pelonggaran Bank of England (BoE). Dengan kata lain, meskipun BoE diperkirakan akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, sentimen global tetap memberi keuntungan bagi Pound Sterling.
GBP/USD Kembali ke Level Kunci Akhir Oktober
Aksi beli yang kuat membawa pasangan GBP/USD melonjak sekitar 1,1%, mengembalikan posisinya ke level yang terakhir terlihat pada akhir Oktober di 1,3353. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar lebih memprioritaskan narasi pelemahan USD dibandingkan risiko kebijakan fiskal Inggris.
Mengapa GBP Tetap Menjadi Mata Uang yang Tangguh?
Narasi GBP yang Konsisten Menguat
Ketangguhan GBP bukanlah kebetulan. Ada beberapa alasan yang membuat Pound Sterling tetap menarik:
1. Risiko fiskal dianggap terkendali
Walaupun terdapat kekhawatiran, pasar menilai anggaran baru tidak cukup untuk mengganggu stabilitas jangka pendek.
2. Sinyal penurunan suku bunga The Fed semakin kuat
Setiap indikasi The Fed mendekati siklus pelonggaran memberi tekanan pada USD dan mendorong mata uang lainnya menguat, termasuk GBP.
3. Ekspektasi BoE tidak menekan GBP secara signifikan
Pasar menganggap kebijakan BoE tidak seagresif The Fed sehingga GBP relatif diuntungkan.
4. Pasar obligasi Inggris tetap stabil
Tidak ada lonjakan yield yang mengkhawatirkan, yang berarti risiko fiskal tidak menekan nilai tukar.
Sentimen Risiko Global Menguntungkan Mata Uang Inggris
Saat ini, pasar global cenderung lebih risk-on seiring ekspektasi pelonggaran moneter dari bank-bank sentral besar. Situasi ini membuat investor mencari aset yang memberikan imbal hasil lebih baik, termasuk mata uang seperti GBP yang memiliki fundamental stabil dan volatilitas lebih rendah dibandingkan mata uang berimbal hasil tinggi lainnya.
Prospek GBP ke Depan Menurut DBS
Ruang Penguatan Masih Terbuka
Menurut DBS, narasi penguatan GBP belum selesai. Selama USD masih berada di bawah tekanan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, GBP bisa terus bergerak naik. Faktor domestik Inggris yang relatif stabil juga memberi ruang bagi investor untuk tetap optimis.
Waspada Sentimen Anggaran Namun Fokus pada USD
Meski ada potensi risiko dari sisi anggaran, DBS menilai faktor tersebut tidak cukup kuat untuk membalikkan tren saat ini. Pasar akan terus memantau perkembangan antara kebijakan fiskal Inggris dan dinamika moneter global, terutama setiap pernyataan dari The Fed dan data ekonomi AS yang bisa memengaruhi USD.

Comment