EUR/USD terus melaju naik selama enam hari meskipun manufaktur Zona Euro melemah. Harapan pemangkasan suku bunga The Fed menekan USD, memberi ruang bagi penguatan Euro. Simak analisis fundamental dan teknikal lengkapnya di sini.
Euro Tetap Tangguh Meski PMI Manufaktur Turun
Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung selama enam sesi perdagangan berturut-turut. Pada perdagangan Senin, Euro sempat mencapai level tertinggi dua minggu di sekitar 1,1620, didukung oleh melemahnya Dolar AS secara luas. Meskipun rilis data PMI manufaktur Zona Euro menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan, minat pasar terhadap Euro sama sekali tidak luntur.
Pelemahan Dolar AS terjadi seiring meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan pekan depan. Para investor semakin yakin bahwa kebijakan moneter AS akan mulai melunak, yang membuat USD kehilangan momentumnya sebagai aset safe haven dalam jangka pendek.
Selain itu, pasar juga memantau potensi perubahan kepemimpinan di bank sentral AS. Berdasarkan laporan Reuters, Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk menunjuk Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, sebagai ketua The Fed berikutnya. Hassett dikenal sebagai sosok berhaluan dovish yang mendukung penurunan suku bunga, sebuah kebijakan yang selaras dengan agenda ekonomi Trump.
Sementara itu, agenda pasar pada hari Senin akan tertuju pada partisipasi Ketua The Fed Jerome Powell dalam sebuah diskusi panel di Stanford, California. Meski begitu, Powell diperkirakan tidak akan menyampaikan pernyataan terkait arah kebijakan moneter karena The Fed telah memasuki periode tenang menjelang keputusan resmi Desember. Fokus investor hari ini juga tertuju pada rilis PMI Manufaktur ISM AS bulan November, yang dijadwalkan pada pukul 15:00 GMT atau 22:00 WIB.
PMI Manufaktur HCOB versi final untuk Zona Euro pada November menunjukkan bahwa aktivitas sektor manufaktur kembali merosot hingga menyentuh level 49,6 — titik terendah dalam lima bulan terakhir. Angka ini lebih buruk dibanding estimasi awal di 49,7 dan turun dari 50,0 pada Oktober, yang sempat menandai ambang ekspansi.
Biasanya, data lemah seperti ini dapat menekan mata uang Euro. Namun kali ini, situasinya berbeda. Para pelaku pasar lebih fokus pada tren pelemahan USD yang semakin nyata. Spekulasi pemangkasan suku bunga hingga beberapa kali di tahun mendatang menjadikan Dolar AS semakin dihindari oleh investor.
Dengan kalender ekonomi pekan ini yang dipenuhi berbagai rilis data penting, volatilitas pasar diperkirakan meningkat. Selain PMI ISM AS, investor akan memantau:
* Inflasi HICP Zona Euro – Selasa
* PMI Jasa Zona Euro dan AS – Rabu
* Data pekerjaan ADP AS – Rabu
* Indeks PCE AS – Jumat
(yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed)
Rangkaian data ini akan menjadi penentu apakah tren bullish pada EUR/USD masih punya ruang untuk berlanjut atau sebaliknya akan kehilangan momentum di akhir pekan.
Analisis Teknis: Momentum Bullish Menantang Area Kunci
Dari sisi teknikal, pelemahan USD telah memberi napas panjang bagi buyer untuk menguji batas atas descending channel yang terbentuk sejak awal Oktober di sekitar area resistance penting 1,1615.
Indikator teknis menggambarkan potensi bullish yang masih bertahan, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan:
| Indikator | Kondisi | Implikasi |
|---|---|---|
| RSI 4-jam | Dekat 60 (bullish) | Momentum naik masih dominan |
| MACD | Mendatar dekat garis sinyal | Arah tren belum sepenuhnya terkonfirmasi |
Apabila EUR/USD mampu mencatatkan breakout valid di atas 1,1615, ruang kenaikan akan terbuka menuju target berikut:
* 1,1660 – 1,1670
(area tertinggi akhir Oktober & pertengahan November)
* 1,1730
(level puncak 17 Oktober)
Sebaliknya, jika terjadi koreksi, zona-zona berikut berpotensi menjadi penahan tekanan jual:
* 1,1550 → support minor dari high 21 & 24 Nov
* 1,1500 → level psikologis penting
* 1,1470 → terendah 5 November
Break di bawah 1,1500 berpotensi menggeser kembali sentimen menuju netral hingga bearish.
Saat ini, sentimen pasar jelas berpihak pada Euro. Fundamental jangka pendek menunjukkan:
* USD dalam tekanan akibat prospek pelonggaran kebijakan The Fed
* Data Zona Euro yang lemah bukan faktor utama pasar
* Teknikal mendukung potensi kenaikan lanjutan
Namun, semua dapat berubah drastis jika data AS pekan ini kembali menunjukkan ketahanan ekonomi — terutama sektor jasa dan tenaga kerja. Trader disarankan tetap waspada terhadap lonjakan volatilitas menjelang keputusan penting The Fed.

Comment