EUR/GBP turun ke sekitar 0,8660 seiring penguatan Pound Sterling menjelang rilis PDB Inggris. Komentar Bank of England soal normalisasi kebijakan moneter menopang GBP.
EUR/GBP Tertekan saat Pound Menguat Jelang Data Ekonomi Inggris
Pasangan mata uang EUR/GBP diperdagangkan lebih rendah di kisaran 0,8660 pada perdagangan hari Rabu, mencatat penurunan sekitar 0,12% secara harian. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan Pound Sterling (GBP), yang mendapatkan dorongan dari meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris yang krusial.
Pergerakan EUR/GBP mencerminkan perbedaan sentimen antara mata uang Inggris dan mata uang tunggal Eropa. Di satu sisi, Pound mendapatkan dukungan dari ekspektasi membaiknya data ekonomi domestik serta sinyal kebijakan moneter yang relatif lebih optimistis dari Bank of England (BoE). Di sisi lain, Euro masih bertahan berkat stabilisasi inflasi di Zona Euro, meskipun momentumnya cenderung terbatas.
Euro Didukung Inflasi Zona Euro yang Semakin Terkendali
Meskipun EUR/GBP melemah, Euro tidak sepenuhnya kehilangan daya tariknya. Mata uang tunggal Eropa masih mendapatkan sokongan dari tanda-tanda bahwa tekanan inflasi di Zona Euro terus mereda secara bertahap. Data inflasi terbaru yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa inflasi umum Zona Euro melambat menjadi 2% secara tahunan (YoY) pada bulan Desember, level terendah dalam empat bulan dan tepat berada di target Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).
Sementara itu, inflasi inti—yang tidak memasukkan komponen energi dan pangan—turut melambat menjadi 2,3% YoY, sedikit di bawah ekspektasi pasar. Perkembangan ini memperkuat pandangan bahwa ECB kemungkinan mendekati akhir dari siklus penurunan suku bunganya. Dengan inflasi yang semakin terkendali, ruang untuk pelonggaran kebijakan tambahan menjadi semakin terbatas, sehingga membantu menahan tekanan jual pada Euro.
Bagi investor, stabilisasi inflasi ini menciptakan prospek kebijakan moneter yang lebih seimbang di kawasan Euro. ECB diperkirakan akan mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati, dengan fokus pada menjaga stabilitas harga tanpa harus terburu-buru melakukan stimulus tambahan. Kondisi ini menjadi faktor penyangga bagi Euro, meskipun belum cukup kuat untuk mengimbangi sentimen positif terhadap Pound Sterling dalam jangka pendek.
Pound Sterling Unggul Jelang Rilis PDB Inggris
Dari sisi Inggris, Pound Sterling tampil lebih unggul dibandingkan mata uang utama lainnya menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) bulanan untuk bulan November, yang dijadwalkan diumumkan pada hari Kamis. Data ini menjadi perhatian utama pasar karena akan memberikan gambaran terbaru mengenai kesehatan ekonomi Inggris setelah periode kontraksi sebelumnya.
Office for National Statistics (ONS) diperkirakan akan melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1% secara bulanan. Angka ini akan menandai pemulihan ringan setelah ekonomi Inggris mencatat kontraksi 0,1% pada bulan September dan Oktober, serta stagnasi pada bulan Agustus. Selain itu, Produksi Manufaktur diprakirakan meningkat 0,5% secara bulanan, sementara Produksi Industri diprediksi relatif datar.
Investor memandang data ini sebagai indikator penting untuk menilai ketahanan ekonomi Inggris di tengah tantangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi di beberapa kawasan utama. Ekspektasi pemulihan, meskipun terbatas, sudah cukup untuk mendorong minat terhadap Pound Sterling dalam jangka pendek.
Komentar BoE Memperkuat Sentimen Positif Pound
Selain faktor data ekonomi, sentimen terhadap Pound Sterling juga didukung oleh komentar terbaru dari Alan Taylor, anggota Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) Bank of England. Dalam pernyataannya di sebuah pertemuan akademik di National University of Singapore, Taylor menyampaikan pandangan bahwa kebijakan moneter Inggris kemungkinan akan dinormalisasi menuju level netral lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Taylor menekankan bahwa tekanan inflasi di Inggris berpotensi kembali dan bertahan di sekitar target bank sentral mulai pertengahan 2026. Pernyataan ini dipersepsikan pasar sebagai sinyal bahwa BoE tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga secara agresif, dan bahwa penyesuaian kebijakan akan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Komentar tersebut sejalan dengan panduan kebijakan yang disampaikan BoE pada pertemuan bulan Desember, di mana para pembuat kebijakan menegaskan bahwa arah kebijakan moneter akan bersifat menurun secara perlahan, bergantung pada perkembangan data ekonomi. Sikap ini memberikan kejelasan tambahan bagi pasar dan membantu menopang nilai Pound Sterling.
Dampak terhadap Pergerakan EUR/GBP
Perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara ECB dan BoE menjadi faktor kunci dalam pergerakan EUR/GBP. Sementara ECB dipandang mendekati fase akhir pelonggaran kebijakan, BoE justru dinilai berada pada jalur normalisasi yang relatif lebih cepat. Ketidaksimetrian ini menciptakan keunggulan relatif bagi Pound terhadap Euro.
Dalam jangka pendek, EUR/GBP berpotensi tetap berada di bawah tekanan selama sentimen positif terhadap Pound bertahan, terutama jika data PDB Inggris memenuhi atau melampaui ekspektasi pasar. Namun, dukungan fundamental terhadap Euro dari sisi inflasi yang stabil dapat membatasi penurunan yang lebih dalam, menjaga pasangan ini tetap berada dalam kisaran tertentu.
Prospek Jangka Pendek dan Risiko yang Perlu Diperhatikan
Ke depan, pergerakan EUR/GBP akan sangat bergantung pada hasil data ekonomi Inggris serta sinyal lanjutan dari para pembuat kebijakan di kedua kawasan. Data PDB yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat Pound dan mendorong EUR/GBP lebih rendah. Sebaliknya, jika data mengecewakan, tekanan terhadap pasangan ini bisa mereda.
Selain itu, investor juga akan mencermati komentar lanjutan dari pejabat ECB dan BoE, serta perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi sentimen risiko secara keseluruhan. Ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter global tetap menjadi faktor risiko utama.
EUR/GBP diperdagangkan lebih rendah di sekitar 0,8660, mencerminkan penguatan Pound Sterling yang didorong oleh ekspektasi pemulihan ekonomi Inggris dan sinyal normalisasi kebijakan moneter dari Bank of England. Sementara itu, Euro tetap mendapat dukungan dari inflasi Zona Euro yang semakin terkendali dan prospek kebijakan ECB yang lebih stabil.
Dalam jangka pendek, keunggulan sentimen masih condong ke arah Pound, terutama menjelang rilis data PDB Inggris. Namun, keseimbangan fundamental di kedua kawasan menunjukkan bahwa pergerakan EUR/GBP kemungkinan akan tetap dipengaruhi oleh dinamika data ekonomi dan kebijakan moneter yang terus berkembang.

Comment