Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

emas

Emas Cetak Rekor Nyaris US$5.000, Dolar AS Terpuruk di Tengah Isu Intervensi Yen

team, January 24, 2026

Harga emas melonjak ke US$4.988 dan mendekati level US$5.000 seiring anjloknya dolar AS akibat rumor intervensi yen Jepang. Sentimen pasar, ekspektasi Fed, dan agenda FOMC jadi sorotan.

Dolar AS Terjun, Emas Melesat

Harga emas global kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat (waktu Amerika Utara), melonjak hingga menyentuh level US$4.988 per ons troi. Lonjakan ini terjadi di tengah tekanan tajam pada Dolar AS (USD) yang dipicu oleh rumor intervensi mata uang oleh otoritas Jepang, sehingga mendorong penguatan Yen dan menyeret Indeks Dolar AS (DXY) ke level terendah multi-bulan.

Logam mulia tersebut menguat lebih dari 1% dalam satu sesi, menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah dinamika pasar global yang penuh ketidakpastian. Pelemahan dolar terbukti menjadi katalis utama, bahkan mampu mengalahkan pengaruh sentimen risiko yang relatif membaik serta imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil.

Suasana pasar global pada dasarnya berada dalam mode risk-on, ditopang oleh sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan moderat. Namun demikian, tekanan tajam terhadap dolar AS membuat emas tetap menjadi primadona investor.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, merosot hampir 0,50% ke kisaran 97,79, setelah sempat menyentuh level terendah harian di 97,70. Ini merupakan posisi terlemah dolar AS sejak Oktober 2025.

Pelemahan dolar tersebut dipicu oleh rumor kuat mengenai kemungkinan intervensi yen Jepang di pasar valuta asing. Penguatan yen yang cepat memicu aksi jual dolar secara luas, sehingga mendorong lonjakan permintaan terhadap aset berdenominasi dolar seperti emas.

“Setiap kali dolar mengalami tekanan signifikan, emas hampir selalu menjadi penerima manfaat terbesar,” ujar seorang analis pasar logam di New York.

Imbal Hasil Stabil Tak Mampu Menahan Emas

Menariknya, lonjakan harga emas terjadi meskipun imbal hasil obligasi Treasury AS tidak menunjukkan pergerakan signifikan. Obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun diperdagangkan relatif datar di kisaran 4,255%.

Sementara itu, imbal hasil riil AS—yang dihitung dari selisih antara imbal hasil nominal dan ekspektasi inflasi—naik hampir 3,5 basis poin ke sekitar 1,945%. Secara teori, kenaikan imbal hasil riil biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas. Namun kali ini, tekanan dolar yang ekstrem terbukti jauh lebih dominan.

Hal ini menegaskan bahwa pergerakan emas saat ini lebih didorong oleh faktor mata uang dan ketidakpastian kebijakan global, ketimbang dinamika suku bunga jangka pendek.

Data Ekonomi AS Campuran

Dari sisi data ekonomi, sejumlah indikator menunjukkan kondisi yang relatif positif. Survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk Januari mencatat kenaikan ke level 56,4—tertinggi dalam lima bulan—dari estimasi awal 54 dan lebih baik dari periode sebelumnya.

Meski demikian, Direktur Survei Joanne Hsu menekankan bahwa konsumen AS masih merasakan tekanan daya beli. Harga yang tinggi dan kekhawatiran terhadap potensi pelemahan pasar tenaga kerja membuat optimisme konsumen belum sepenuhnya solid.

Ekspektasi inflasi juga menunjukkan pelonggaran. Proyeksi inflasi satu tahun turun menjadi 4% dari sebelumnya 4,2%, sementara ekspektasi inflasi lima tahun menurun dari 3,4% menjadi 3,3%. Penurunan ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih fleksibel ke depan.

Data S&P Global turut menunjukkan peningkatan moderat dalam aktivitas bisnis AS. PMI Komposit awal Januari naik tipis menjadi 52,8 dari 52,7. Namun, Kepala Ekonom Bisnis S&P Global Market Intelligence, Chris Williamson, memperingatkan bahwa lemahnya pertumbuhan bisnis baru di sektor manufaktur dan jasa bisa menjadi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 berpotensi mengecewakan.

Ekspektasi Fed dan Risiko FOMC

Pasar saat ini masih memperhitungkan peluang pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve pada 2026. Berdasarkan data Prime Market Terminal, trader memproyeksikan total pemangkasan suku bunga sekitar 42,5 basis poin tahun depan.

Meski ekspektasi dovish tersebut relatif moderat, setiap perubahan persepsi pasar terhadap arah kebijakan Fed berpotensi memicu volatilitas besar pada harga emas. Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan pekan depan menjadi salah satu risiko utama yang diperhatikan investor.

Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati konferensi pers Ketua Fed Jerome Powell, serta sejumlah data penting seperti Pesanan Barang Tahan Lama dan laporan ketenagakerjaan ADP.

Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump turut menambah ketidakpastian. Trump mengonfirmasi bahwa ia telah menyelesaikan proses wawancara untuk calon Ketua Federal Reserve berikutnya dan akan mengumumkan pilihannya sebelum akhir Januari. Media melaporkan sejumlah nama yang masuk daftar pendek, termasuk Kevin Hassett, Rick Rieder, Christopher Waller, dan Kevin Warsh.

Prospek Teknis: Emas Bidik US$5.000

Dari perspektif teknikal, tren kenaikan emas terlihat semakin kuat. Harga emas telah mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut, membentuk pola kenaikan parabola yang agresif.

Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan kondisi jenuh beli, namun tetap bergerak naik dan menembus puncak sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa momentum bullish masih terjaga dan belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang signifikan.

Jika harga emas berhasil menembus level psikologis US$5.000, target resistance berikutnya berada di area US$5.050 hingga US$5.100. Sebaliknya, jika terjadi koreksi, area support terdekat berada di kisaran US$4.950, diikuti oleh support psikologis di US$4.900.

Dengan kombinasi pelemahan dolar, ketidakpastian kebijakan global, dan momentum teknikal yang solid, emas saat ini berada di jalur yang sangat kuat untuk menguji level US$5.000 dalam waktu dekat.

Komiditi emas rekor tertinggiharga emas hari inipasar emas globalXAU/USD

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Komiditi nzd

NZD/USD Anjlok ke Bawah 0,5800 Tiga Hari Beruntun Melemah di Tengah Kekhawatiran Menjelang Pidato The Fed Powell

October 9, 2025October 13, 2025

NZD/USD kembali melemah hingga di bawah 0,5800, mencatat penurunan tiga hari berturut-turut. Dolar AS menguat menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell, sementara kebijakan dovish RBNZ menambah tekanan pada Dolar Selandia Baru. NZD/USD Anjlok ke Bawah 0,5800: Tekanan Dolar AS dan Pidato Powell Jadi Fokus Pasar Pasangan mata uang NZD/USD…

Read More
Komiditi global

Harga Minyak Global Menguat: Spekulasi The Fed dan Geopolitik Dunia Jadi Pemicu Utama

November 25, 2025

Harga minyak dunia naik seiring spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed dan perkembangan geopolitik global, termasuk perang Rusia-Ukraina dan ketegangan perdagangan AS-China. Simak analisis terbaru dan prediksi harga Brent & WTI. Penguatan Harga Minyak di Tengah Sentimen Pasar Global Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada awal pekan, dipicu oleh meningkatnya…

Read More
Komiditi harga

Harga Tembaga Hampir US$13.000 per Ton

January 24, 2026

Harga tembaga melonjak mendekati US$13.000 per ton seiring reli logam industri global. Pelemahan dolar AS, rotasi investor, dan pasokan ketat mendorong tren bullish komoditas logam. Investor Berburu Logam Industri di Tengah Pelemahan Dolar Harga tembaga kembali mencuri perhatian pelaku pasar global setelah melonjak mendekati level psikologis US$13.000 per ton pada…

Read More

Comment

  1. Pingback: EUR/USD Tembus Puncak Empat Bulan - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Gerindra Bantah Tuduhan PDIP soal Anggaran MBG Pangkas Dana Pendidikan
  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes