Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

DOLAR

Dolar Australia Perkasa

team, January 6, 2026

Dolar Australia menguat didorong ekspektasi kenaikan suku bunga RBA dan inflasi yang membandel, sementara Dolar AS melemah seiring meredanya risiko geopolitik dan prospek pelonggaran kebijakan The Fed.

Dolar Australia Menguat Didukung Ekspektasi Pengetatan Kebijakan RBA

Dolar Australia (AUD) kembali menunjukkan performa solid dengan menguat terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Selasa, memperpanjang reli yang telah berlangsung selama dua sesi berturut-turut. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya keyakinan pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) belum sepenuhnya selesai dalam siklus pengetatan moneternya, terutama karena tekanan inflasi yang masih bertahan.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia bulan November yang dijadwalkan keluar pada Rabu. Data tersebut dipandang krusial untuk mengonfirmasi apakah inflasi tetap berada di jalur yang cukup tinggi untuk memaksa bank sentral mempertahankan sikap hawkish.

Survei terbaru yang dipublikasikan oleh Australian Financial Review (AFR) memperkuat optimisme tersebut. Berdasarkan polling terhadap para ekonom terkemuka, inflasi di Australia diperkirakan akan tetap membandel setidaknya selama satu tahun ke depan. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa RBA berpotensi melakukan setidaknya dua kali kenaikan suku bunga tambahan sebelum benar-benar beralih ke fase pelonggaran.

Ekspektasi tersebut menjadi katalis utama penguatan AUD, mengingat suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik mata uang suatu negara di mata investor global.

Dolar AS Melemah Seiring Meredanya Ketegangan Geopolitik

Sementara itu, Dolar AS berada di bawah tekanan meskipun sebelumnya sempat mendapatkan dukungan dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik global kini mulai mereda, sehingga mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti USD.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, melanjutkan pelemahan dan diperdagangkan di kisaran 98,30 pada saat artikel ini disusun. Pelemahan ini mencerminkan sikap wait and see investor menjelang rilis serangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat.

Salah satu fokus utama pasar adalah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 55.000 lapangan kerja, angka yang relatif moderat dan mencerminkan perlambatan di pasar tenaga kerja AS.

Dari sisi geopolitik, pasar tampaknya semakin mengabaikan ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Meski AS dilaporkan melancarkan operasi militer besar terhadap Venezuela dan Presiden Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, dampak lanjutan terhadap pasar keuangan global sejauh ini terbatas.

Maduro sendiri membantah seluruh tuduhan yang dilayangkan AS terkait kasus narkoterrorisme, membuka potensi konflik hukum dan diplomatik berkepanjangan. Namun, investor menilai perkembangan tersebut belum cukup signifikan untuk memicu lonjakan permintaan terhadap Dolar AS.

Data Ekonomi AS dan Prospek Kebijakan The Fed Membayangi USD

Tekanan terhadap Dolar AS juga diperkuat oleh data ekonomi domestik yang menunjukkan pelemahan. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS kembali turun untuk bulan ketiga berturut-turut, mencapai level 47,9 pada Desember 2025. Angka ini menjadi yang terendah sejak Oktober 2024 dan menandakan kontraksi yang semakin dalam di sektor manufaktur, terutama akibat penurunan produksi dan persediaan.

Selain itu, pasar kini memproyeksikan setidaknya dua kali penurunan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2026. Ekspektasi ini semakin menguat seiring wacana bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan menunjuk ketua The Fed baru untuk menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang—sebuah langkah yang berpotensi menggeser kebijakan moneter ke arah yang lebih dovish.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Desember mengindikasikan bahwa mayoritas pejabat The Fed terbuka terhadap kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan, asalkan inflasi terus menunjukkan tren penurunan. Namun, beberapa pembuat kebijakan juga menilai bahwa jeda sementara mungkin diperlukan setelah tiga kali pemangkasan suku bunga tahun lalu, guna mengevaluasi dampaknya terhadap pasar tenaga kerja.

Faktor Tiongkok dan Implikasinya bagi Dolar Australia

Selain faktor domestik, kinerja Dolar Australia juga dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Tiongkok, mengingat eratnya hubungan dagang antara kedua negara. Data PMI Jasa RatingDog Tiongkok menunjukkan sedikit penurunan ke level 52,0 pada Desember dari 52,1 di bulan sebelumnya. Di sisi lain, PMI Manufaktur justru naik tipis ke 50,1, menandakan stabilisasi aktivitas industri.

Setiap perubahan signifikan dalam perekonomian Tiongkok berpotensi memberikan dampak langsung terhadap AUD, baik melalui jalur perdagangan maupun sentimen pasar.

Analisis Teknikal: AUD/USD Mengincar Level Tertinggi 15 Bulan

Dari perspektif teknikal, pasangan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6720 dan menunjukkan struktur bullish yang semakin kuat. Grafik harian memperlihatkan pergerakan harga yang memantul dari batas bawah pola ascending channel, mengindikasikan kelanjutan tren naik.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 65,64, mencerminkan momentum bullish yang solid namun belum memasuki area jenuh beli. Hal ini membuka ruang bagi penguatan lanjutan dalam jangka pendek.

Level resistensi terdekat berada di 0,6727, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2024. Jika level ini berhasil ditembus, AUD/USD berpotensi melanjutkan reli menuju area 0,6820, yang bertepatan dengan batas atas ascending channel.

Di sisi bawah, support awal berada di Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari di sekitar 0,6693. Penembusan di bawah level tersebut dapat melemahkan bias bullish dan membuka risiko koreksi lebih dalam menuju area 0,6414, yang merupakan titik terendah enam bulan terakhir.

Pasar Forex analisis forexAUD/USDDolar AustraliaSuku Bunga

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Pasar Forex gbp

EUR/GBP Melemah ke Area 0,8660, Pound Perkasa Jelang Data PDB Inggris dan Sinyal BoE

January 14, 2026

EUR/GBP turun ke sekitar 0,8660 seiring penguatan Pound Sterling menjelang rilis PDB Inggris. Komentar Bank of England soal normalisasi kebijakan moneter menopang GBP. EUR/GBP Tertekan saat Pound Menguat Jelang Data Ekonomi Inggris Pasangan mata uang EUR/GBP diperdagangkan lebih rendah di kisaran 0,8660 pada perdagangan hari Rabu, mencatat penurunan sekitar 0,12%…

Read More
Pasar Forex data

CAD Menguat Kencang: Data Tenaga Kerja Kanada yang Solid Tekan USD dan Ubah Arah Pasar – Analisis Scotiabank

December 8, 2025

Dolar Kanada (CAD) menguat tajam setelah data lapangan pekerjaan Kanada mencatat kinerja solid, mematahkan tren bullish USD dan memicu perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Simak analisis lengkap pergerakan CAD, prospek suku bunga, dan level teknikal kunci menurut Scotiabank. CAD Melonjak Setelah Data Pekerjaan Kanada Menguat, Sementara Pasar Tenaga Kerja AS Melemah…

Read More
Pasar Forex jpy

USD/JPY Menguat Tajam, UOB Nilai Level 160 Masih Terlalu Jauh dalam Jangka Pendek

January 14, 2026

USD/JPY melonjak mendekati 159,20 didukung momentum kuat Dolar AS. UOB Group menilai resistance 160,00 belum mudah ditembus dalam jangka pendek meski tren bullish tetap solid. USD/JPY Melonjak, Momentum Bullish Masih Mendominasi Pasangan mata uang USD/JPY mencatat lonjakan signifikan dan mencapai level tertinggi baru di sekitar 159,20, memperpanjang reli Dolar AS…

Read More

Comment

  1. Pingback: Ekonomi Venezuela di Bawah Nicolas Maduro - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes