Indeks Dolar AS (DXY) naik di atas 98,50 pada awal pekan ini setelah pernyataan positif Donald Trump tentang Tiongkok meredakan kekhawatiran perang dagang. Namun, prospek penutupan pemerintah AS dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menahan kenaikan lebih lanjut.
Indeks Dolar AS (DXY) mencatat penguatan di sesi Asia pada awal pekan ini, menembus level 98,85 setelah meningkat lebih dari 0,3%. Penguatan ini menandai awal minggu yang positif bagi Dolar AS, di tengah harapan pasar bahwa ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan mereda setelah pernyataan yang lebih lunak dari Presiden Donald Trump.
Trump Redakan Ketegangan Perdagangan dengan Tiongkok
Dalam pernyataan hari Minggu, Trump mengatakan bahwa ekonomi Tiongkok “akan baik-baik saja” dan menambahkan bahwa Amerika Serikat ingin membantu, bukan menyakiti Tiongkok. Nada optimistis ini muncul hanya beberapa hari setelah ia mengancam akan menerapkan tarif hingga 100% terhadap produk impor asal Tiongkok mulai 1 November.
Komentar tersebut memberikan sinyal kepada pasar bahwa eskalasi konflik perdagangan mungkin dapat dihindari. Sebelumnya, ancaman tarif tambahan sempat meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar akan gangguan lebih lanjut pada rantai pasokan global dan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
Namun, dengan adanya indikasi kompromi, permintaan terhadap aset berisiko mulai pulih, sementara Dolar AS tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari kestabilan di tengah ketidakpastian global.
Data Ekonomi AS Sentimen Konsumen Sedikit Melemah, Tapi Masih Lebih Baik dari Ekspektasi
Dari sisi fundamental, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang relatif solid. Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk bulan Oktober turun tipis menjadi 55,0 dari 55,1 pada bulan sebelumnya. Meski terjadi penurunan, hasil tersebut masih lebih baik dari perkiraan pasar sebesar 54,2.
Sementara itu, ekspektasi inflasi jangka pendek mengalami sedikit penurunan. Ekspektasi inflasi satu tahun turun menjadi 4,6% dari 4,7% di bulan September, sedangkan proyeksi inflasi lima tahun tetap stabil di 3,7%. Penurunan inflasi ini dapat menjadi faktor tambahan yang memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Bayangan Penutupan Pemerintah AS dan Ekspektasi Kebijakan The Fed
Meskipun Dolar AS masih menunjukkan ketahanan, sejumlah faktor domestik dapat membatasi kenaikan lebih lanjut. Salah satunya adalah kebuntuan politik di Washington yang menyebabkan penutupan sebagian pemerintahan federal AS memasuki minggu ketiga. Hingga kini, Kongres belum mencapai kesepakatan terkait pendanaan, dan Senat dijadwalkan baru akan mengadakan pemungutan suara pada hari Selasa.
Ketidakpastian politik ini menimbulkan kekhawatiran terhadap aktivitas ekonomi dalam jangka pendek. Penundaan proyek-proyek pemerintah, penghentian layanan publik, dan dampak terhadap belanja konsumen berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi AS jika kondisi ini berlarut-larut.
Di sisi kebijakan moneter, pasar hampir sepenuhnya memperkirakan bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dalam pertemuan bulan Oktober. Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga pada Oktober mencapai 97%, sementara peluang pemangkasan lanjutan pada Desember berada di 92%.
Ekspektasi tersebut menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap prospek ekonomi AS ke depan.
Prospek DXY ke Depan Potensi Kenaikan Terbatas
Secara teknikal, Indeks Dolar AS masih menunjukkan tren positif dalam jangka pendek, dengan level psikologis 99,00 menjadi area resistensi berikutnya. Namun, potensi penguatan DXY tampak terbatas karena tekanan dari ekspektasi penurunan suku bunga dan ketidakpastian politik dalam negeri.
Apabila situasi penutupan pemerintah AS memburuk dan negosiasi dengan Tiongkok kembali memanas, investor dapat beralih ke aset safe haven lain seperti Yen Jepang atau Franc Swiss. Sebaliknya, apabila sentimen global membaik, Dolar AS kemungkinan akan tetap didukung oleh kekuatan ekonomi AS yang relatif stabil dibandingkan negara-negara maju lainnya.
Penguatan Dolar AS di atas 98,50 pada awal pekan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek negosiasi dagang AS–Tiongkok dan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Amerika Serikat. Namun, risiko politik domestik serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed berpotensi membatasi ruang kenaikan DXY dalam waktu dekat.
Para pelaku pasar kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari Gedung Putih dan hasil rapat Federal Reserve untuk mendapatkan arah yang lebih jelas terhadap tren Dolar AS di kuartal terakhir tahun ini.

Comment