PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas akses Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai bentuk dukungan terhadap program 3 Juta Rumah. Melalui pendekatan kolaboratif dengan pemerintah, pengembang, dan UMKM, BRI menargetkan peningkatan penyaluran KPR subsidi hingga 25.000 unit di tahun 2025 untuk mewujudkan hunian layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
BRI Perluas Akses Kredit Perumahan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program nasional penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) bertema “Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat” di Medan, Sumatera Utara, BRI menunjukkan langkah nyata dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang diinisiasi pemerintah.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta Group CEO BRI, Hery Gunardi. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat pemerataan akses perumahan di Indonesia.
Dampak Ekonomi Luas dari Sektor Perumahan
Dalam sambutannya, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki efek multiplikatif terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, setiap rumah yang dibangun tidak hanya memberi tempat tinggal layak bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari konstruksi hingga material bangunan.
“Program rumah subsidi ini memberikan manfaat luas — menyejahterakan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui Kredit Program Perumahan (KPP) dan KPR FLPP, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan yang layak dan terjangkau. Ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Hery.
Dua Arah Strategi: Supply dan Demand
BRI menyalurkan Kredit Program Perumahan melalui dua pendekatan strategis.
Pertama, dari sisi supply, BRI memberikan dukungan pembiayaan kepada UMKM pengembang, kontraktor, dan penyedia bahan bangunan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penyediaan rumah.
Kedua, dari sisi demand, bank pelat merah ini membuka akses pembiayaan bagi individu dan pelaku UMKM yang ingin membeli, membangun, atau merenovasi rumah yang juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat usaha.
Pendekatan ganda ini tidak hanya memperkuat ekosistem perumahan nasional, tetapi juga memperluas dampak ekonomi hingga ke lapisan masyarakat bawah.
Capaian Penyaluran KPR FLPP: Tertinggi di Antara Himbara
BRI mencatat kinerja luar biasa dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi FLPP. Hingga 7 September 2025, BRI telah menyalurkan 25.080 unit rumah, atau setara 100 persen dari total kuota yang diberikan pemerintah. Angka ini menempatkan BRI sebagai bank dengan penyerapan FLPP tertinggi di antara seluruh anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Alokasi kuota FLPP BRI di tahun 2025 meningkat signifikan, dari 17 ribu unit pada tahun 2024 menjadi 25 ribu unit, atau tumbuh 47 persen secara tahunan,” ungkap Hery.
Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas BRI dalam mendukung program perumahan nasional secara konsisten dan berkelanjutan.
Kolaborasi Nasional Jadi Kunci Sukses
Menurut Hery, keberhasilan program perumahan rakyat tidak dapat dicapai secara individu, melainkan melalui kolaborasi kuat antara pemerintah, perbankan, asosiasi pengembang, dan masyarakat.
“Dari Medan, kita menyuarakan semangat kolaborasi nasional dengan melibatkan lebih dari 3.000 peserta, terdiri dari developer, kontraktor, pedagang bahan bangunan, dan pelaku UMKM. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mengurangi backlog perumahan nasional,” jelasnya.
Apresiasi Pemerintah terhadap Komitmen BRI
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap sinergi BRI dengan pemerintah dan masyarakat. Ia menilai, BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat di lapangan.
“Pegawai BRI mampu menjawab langsung berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Ini bukti nyata bahwa BRI hadir dengan solusi, bukan sekadar penyalur dana,” tutur Maruarar.
Ia berharap sinergi ini terus diperkuat agar semakin banyak keluarga berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah layak dan terjangkau.
Kontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Program 3 Juta Rumah berkontribusi sekitar dua persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain memperkuat sektor properti, program ini juga menyerap tenaga kerja lintas sektor,” jelas Tito.
Senada dengan itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti masih tingginya tingkat backlog perumahan di wilayahnya, mencapai lebih dari 938.000 rumah tangga yang belum memiliki hunian tetap.
“Tambahan kuota program 3 Juta Rumah menjadi dorongan besar agar semakin banyak warga Sumut menikmati hunian layak dan terjangkau,” ujarnya.
Gotong Royong Menuju Hunian Merata
Langkah BRI dalam memperluas akses kredit perumahan bukan sekadar kegiatan bisnis, melainkan bagian dari misi sosial dan ekonomi nasional. Melalui sinergi lintas sektor, BRI membuktikan peran strategisnya dalam mempercepat penyediaan rumah bagi rakyat dan memperkuat pondasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Comment