Indonesia menegaskan komitmen perdamaian Palestina melalui Board of Peace. BoP fokus stabilisasi Gaza, rehabilitasi pasca konflik, dan solusi dua negara.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan posisi konsistennya dalam mendukung perjuangan dan perdamaian Palestina. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional yang berfokus pada stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik, khususnya di Gaza.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam BoP bukanlah langkah simbolik semata, melainkan bagian dari proses panjang diplomasi aktif Indonesia dalam mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina.
1. Board of Peace sebagai Badan Internasional Baru
Fungsi dan Mandat Board of Peace
Board of Peace merupakan badan internasional yang secara resmi dibentuk untuk memantau, mengawal, dan mendukung proses administrasi, stabilisasi, serta rehabilitasi pascakonflik di Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Keberadaan BoP diharapkan dapat mengisi celah dalam proses perdamaian yang selama ini berjalan lambat dan terfragmentasi.
Menurut Menlu Sugiono, pembentukan BoP adalah hasil dari tekad bersama komunitas internasional untuk tidak hanya menghentikan konflik, tetapi juga memastikan adanya pemulihan konkret bagi masyarakat Gaza.
Tidak Menggantikan Peran PBB
Menlu menegaskan bahwa Board of Peace tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebaliknya, BoP hadir sebagai mekanisme tambahan yang lahir dari kepedulian bersama negara-negara anggota terhadap situasi kemanusiaan dan stabilitas kawasan.
2. Penandatanganan Piagam di Tengah Diplomasi Global
Momentum di Forum Internasional
Penandatanganan Piagam Board of Peace dilakukan di tengah rangkaian pertemuan internasional tingkat tinggi. Salah satu momentum penting terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dengan agenda utama berupa penandatanganan Charter BoP.
Langkah ini menandai kelanjutan dari dialog panjang yang telah berlangsung di berbagai forum internasional, termasuk pertemuan negara-negara Islam dan negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Peran Pertemuan Sharm El Sheikh
Proses tersebut mencapai titik krusial dalam pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momen resmi penandatanganan piagam pembentukan Board of Peace. Pertemuan ini memperkuat konsensus internasional mengenai pentingnya mekanisme khusus untuk mengawal perdamaian Gaza.
3. Alasan Indonesia Bergabung dengan BoP
Konsistensi Politik Luar Negeri RI
Indonesia memandang keikutsertaan dalam BoP sebagai kelanjutan dari kebijakan luar negeri bebas aktif yang telah lama dianut. Sejak awal, Indonesia secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan solusi damai atas konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa berada di luar ketika ada inisiatif nyata yang bertujuan menciptakan perdamaian dan stabilitas bagi Palestina.
Pertimbangan Strategis Presiden
Meski proses pembentukan BoP berlangsung relatif cepat, keputusan untuk bergabung diambil Presiden Prabowo Subianto setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis, termasuk dampaknya terhadap posisi Indonesia di kancah internasional dan kontribusi nyata bagi perdamaian global.
4. Dukungan Negara-Negara Kunci
Koalisi Negara Pendukung BoP
Sejumlah negara sepakat untuk bergabung dalam Board of Peace. Di antaranya adalah Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, dan Indonesia. Kesepakatan tersebut dicapai melalui konsultasi intensif, termasuk dengan kelompok negara yang tergabung dalam Group of New York.
Menlu mengungkapkan bahwa hanya dua hari sebelum penandatanganan, seluruh negara tersebut menyatakan kesediaan untuk bergabung bersama dalam BoP.
Makna Kerja Sama Multilateral
Partisipasi banyak negara menunjukkan bahwa BoP bukan inisiatif sepihak, melainkan hasil kerja sama multilateral yang mencerminkan kepedulian global terhadap masa depan Palestina.
5. Fokus pada Solusi Dua Negara
Orientasi pada Kemerdekaan Palestina
Salah satu tujuan utama Board of Peace adalah memastikan setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina. Indonesia menilai bahwa tanpa arah politik yang jelas, upaya stabilisasi dan rehabilitasi tidak akan menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan.
Mendorong Perdamaian Permanen
BoP juga diharapkan mampu mengawal proses menuju solusi dua negara, yang selama ini menjadi kerangka utama penyelesaian konflik Palestina-Israel. Dengan pengawasan dan keterlibatan aktif negara-negara anggota, proses perdamaian diharapkan tidak kembali terjebak dalam siklus kekerasan.
Penegasan Sikap Indonesia
Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menegaskan bahwa diplomasi RI tidak berhenti pada pernyataan politik, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret di forum internasional. Indonesia memilih untuk hadir, terlibat, dan berkontribusi langsung dalam upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas di Palestina.
Dengan bergabungnya Indonesia dalam BoP, pemerintah berharap dapat terus mengawal proses perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada hak-hak rakyat Palestina. Jika kamu mau, aku juga bisa buat versi lebih tajam untuk SEO Google Discover atau menyesuaikan gaya khas media tertentu.

Comment