Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

RBA

Dolar Australia Melemah di Tengah Sikap Hati-Hati RBA dan Penguatan Dolar AS

team, November 12, 2025

Dolar Australia melemah meski RBA tetap berhati-hati. Dolar AS menguat jelang akhir penutupan pemerintah AS. Simak analisis lengkap AUD/USD di sini.

Dolar Australia Tertekan oleh Penguatan Dolar AS Meski RBA Tetap Hati-Hati

Dolar Australia (AUD) kembali tertekan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari Rabu, memperpanjang tren pelemahan yang telah terjadi selama dua sesi berturut-turut. Tekanan ini muncul meskipun Reserve Bank of Australia (RBA) menyampaikan pandangan kebijakan yang berhati-hati, menandakan bahwa kondisi moneter yang ketat masih perlu dipertahankan untuk mengendalikan inflasi.

Pasangan mata uang AUD/USD turun ke kisaran 0,6520, seiring meningkatnya dukungan terhadap Dolar AS setelah muncul optimisme bahwa penutupan pemerintahan AS (government shutdown) akan segera berakhir. Penguatan Dolar AS juga ditopang oleh perbaikan sentimen pasar terhadap stabilitas ekonomi Amerika.

RBA Tegaskan Sikap Ketat, Tapi Pasar Tetap Waspada

Deputi Gubernur RBA, Andrew Hauser, dalam pernyataannya hari Rabu, menegaskan bahwa kebijakan moneter Australia masih dalam posisi ketat. Ia menambahkan, “Estimasi terbaik kami menunjukkan kebijakan moneter tetap restriktif, dan jika tidak lagi demikian, maka hal itu akan membawa konsekuensi besar terhadap keputusan kebijakan berikutnya.”

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan hati-hati bank sentral terhadap arah suku bunga, di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi setelah tekanan inflasi yang cukup lama.

Sementara itu, Asisten Gubernur RBA untuk Sistem Keuangan, Brad Jones, juga menyoroti meningkatnya risiko geopolitik global dan potensi fragmentasi dalam sistem keuangan internasional. Ia menilai bahwa pasar keuangan global masih terlalu percaya diri terhadap prospek pertumbuhan, padahal ketidakpastian global—termasuk ketegangan dagang dan fluktuasi komoditas—masih tinggi.

Dolar AS Menguat Didukung Harapan Akhir Shutdown Pemerintah

Di sisi lain, Dolar AS menguat secara luas, didorong oleh perkembangan positif dalam proses pembukaan kembali pemerintahan Amerika Serikat. Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama, berhasil menghentikan penurunan lima hari berturut-turut dan bertahan di sekitar level 99,50.

Senat AS telah meloloskan rancangan undang-undang (RUU) untuk mengakhiri penutupan pemerintah, yang kini menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat sebelum dikirim ke Presiden Donald Trump untuk ditandatangani. Kesepakatan bipartisan tersebut akan memungkinkan pembayaran gaji pegawai pemerintah dilanjutkan dan data ekonomi utama kembali dirilis.

Trump sendiri telah menyatakan dukungannya terhadap RUU tersebut, memberikan sinyal kuat bahwa shutdown yang telah mengganggu kegiatan ekonomi dapat segera berakhir. Menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dampak penutupan pemerintah sudah mulai dirasakan secara nyata oleh sektor publik dan ritel, serta menekan sentimen konsumen ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Ekspektasi Pelonggaran The Fed Meningkat

Kondisi ekonomi AS yang melambat memicu ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Desember. Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 68%, seiring dengan melemahnya data ketenagakerjaan dan inflasi yang diperkirakan hanya akan mencapai 1,5%.

Beberapa pejabat The Fed seperti Christopher Waller, Raphael Bostic, dan Stephen Miran dijadwalkan memberikan pidato dalam waktu dekat, yang bisa memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Faktor Eksternal: Peran Tiongkok dan Data Domestik Australia

Selain dinamika AS, kinerja Dolar Australia juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan di Tiongkok, mitra dagang terbesar Australia. Kementerian Perdagangan Tiongkok baru-baru ini mengumumkan pencabutan sementara larangan ekspor material strategis seperti gallium, germanium, dan antimon ke AS, yang berlaku hingga November 2026. Langkah ini dapat mengurangi ketegangan dagang global dan berpotensi menstabilkan hubungan ekonomi antara Beijing dan Canberra.

Dari sisi data, Biro Statistik Nasional Tiongkok melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,2% YoY pada Oktober, pulih dari penurunan bulan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Harga Produsen (IHP) turun 2,1%, sedikit lebih baik dari perkiraan pasar. Stabilitas data ini memberikan sedikit dorongan bagi mata uang mitra dagangnya, termasuk AUD.

Dari dalam negeri, Keyakinan Konsumen Westpac-Melbourne Institute melonjak 12,8% menjadi 103,8 pada November, melampaui ambang batas 100 untuk pertama kalinya sejak awal 2022. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya optimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi dan menurunnya kekhawatiran terhadap risiko global.

Analisis Teknis AUD/USD: Menguji Support Kritis

Secara teknikal, pasangan AUD/USD saat ini diperdagangkan di sekitar 0,6520, mendekati Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari. Pola pada grafik harian menunjukkan fase konsolidasi dalam formasi sideways rectangle, menandakan pasar sedang mencari arah baru.

Jika terjadi penembusan di bawah EMA 9 hari (0,6520) dan level psikologis 0,6500, maka tekanan jual bisa meningkat, mendorong AUD/USD menuju area support berikut di 0,6470 hingga 0,6414 (terendah lima bulan).
Namun, jika momentum pembeli meningkat dan harga mampu menembus EMA 50-hari di 0,6536, potensi penguatan dapat membawa AUD/USD ke area 0,6630 dan bahkan menuju 0,6707, yang merupakan level tertinggi 13 bulan terakhir.

AUD dalam Fase Ragu-Ragu

Meski Dolar Australia masih berada di bawah tekanan jangka pendek, sinyal kehati-hatian RBA dan perbaikan data ekonomi domestik dapat menjadi katalis positif ke depan. Namun, penguatan Dolar AS yang didorong oleh stabilitas politik dan ekspektasi kebijakan The Fed tetap menjadi hambatan utama bagi AUD untuk rebound dalam waktu dekat.

Pasar kini menunggu kejelasan lebih lanjut dari pernyataan bank sentral global untuk menentukan arah pergerakan berikutny

Pasar Forex Dolar ASDolar AustraliaForex 2025Pasar Valas

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Pasar Forex jpy

USD/JPY Menguat Tajam, UOB Nilai Level 160 Masih Terlalu Jauh dalam Jangka Pendek

January 14, 2026

USD/JPY melonjak mendekati 159,20 didukung momentum kuat Dolar AS. UOB Group menilai resistance 160,00 belum mudah ditembus dalam jangka pendek meski tren bullish tetap solid. USD/JPY Melonjak, Momentum Bullish Masih Mendominasi Pasangan mata uang USD/JPY mencatat lonjakan signifikan dan mencapai level tertinggi baru di sekitar 159,20, memperpanjang reli Dolar AS…

Read More
Pasar Forex ihsg

Pasar Saham Indonesia Berdarah: IHSG Anjlok 2,08% Diseret Aksi Jual Global

October 17, 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok hingga 2,08% ke level 7.956 pada perdagangan Rabu siang. Tekanan jual meluas di semua sektor, membuat ratusan saham melemah dan investor cemas akan arah pasar berikutnya. IHSG Terjun Bebas 2,08%! Investor Panik, Saham-Saham Unggulan Berguguran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpukul hebat…

Read More
Pasar Forex RBNZ

NZD/USD Tertekan di Bawah 0,5800 Jelang Keputusan RBNZ: Pasar Terbelah Soal Besaran Pemangkasan Suku Bunga

October 7, 2025October 7, 2025

NZD/USD melemah ke bawah 0,5800 setelah gagal menembus 0,5845. Investor menunggu keputusan RBNZ yang diperkirakan memangkas suku bunga 25–50 bps, sementara Dolar AS menguat berkat tekanan fiskal di Prancis dan ketidakpastian di Jepang. NZD/USD kembali melemah pada awal pekan ini, tergelincir mendekati area 0,5800 setelah sempat ditolak di level 0,5845…

Read More

Comment

  1. Pingback: IHSG Menguat 0,44% dan Kembali ke Level 8.400 - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Gerindra Bantah Tuduhan PDIP soal Anggaran MBG Pangkas Dana Pendidikan
  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes