Skip to content
ForixDaily ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

  • Beranda
  • Pasar Forex
  • Komoditi
  • Indeks & Saham
  • Ekonomi & Politik
ForixDaily
ForixDaily

Smart Investing & Economic Updates

kenaikan

Airlangga: Kenaikan Harga Emas Jadi Pemicu Utama Inflasi RI, Tapi Tingkatkan Literasi Investasi Masyarakat

team, November 4, 2025

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti kenaikan harga emas sebagai penyumbang utama inflasi Oktober 2025 yang naik ke 2,86% yoy. Meski menekan daya beli, ia menilai fenomena ini juga menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas di Indonesia.

Bullion Bank Dorong Minat Masyarakat pada Investasi Emas

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kenaikan harga emas menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya inflasi Indonesia pada Oktober 2025. Menurutnya, lonjakan harga logam mulia tersebut masuk dalam kategori pengeluaran “perawatan pribadi dan jasa lainnya”, yang menjadi kontributor terbesar dalam tekanan inflasi bulan lalu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi pada Oktober 2025 mencapai 0,28% secara bulanan (month to month/mtm), naik dibandingkan 0,21% mtm pada September 2025. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi tercatat 2,86%, meningkat dari 2,65% yoy di bulan sebelumnya.

Airlangga mengakui bahwa tingginya harga emas memang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong laju inflasi di masyarakat. Namun, ia menilai fenomena ini tidak sepenuhnya negatif, sebab juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi emas.

“Inflasi baru-baru ini naik ke 2,86%, dan salah satunya dipicu oleh kenaikan harga emas,” kata Airlangga dalam forum diskusi ekonomi di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa kenaikan harga emas tersebut tak lepas dari efek keberadaan bullion bank di Indonesia. Sejak diluncurkan pada Februari 2025, Bank Emas yang dijalankan melalui kolaborasi PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas batangan.

Kehadiran lembaga tersebut dinilai meningkatkan literasi keuangan dan minat investasi emas, terutama di kalangan generasi muda dan kelas menengah.

“Sejak diluncurkannya bullion bank, awareness dan pemahaman masyarakat terhadap investasi emas meningkat,” ujar Airlangga.

Namun, di sisi lain, peningkatan permintaan emas di pasar domestik juga turut mendorong kenaikan harga komoditas tersebut, yang akhirnya berdampak pada inflasi.

Gangguan Produksi Freeport Ikut Tekan Pasokan

Selain faktor permintaan, gangguan produksi di PT Freeport Indonesia juga disebut sebagai penyebab tambahan naiknya harga emas di pasar dalam negeri. Produksi perusahaan tersebut sempat terganggu akibat insiden longsoran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025 lalu.

Kondisi tersebut menyebabkan pasokan emas dari produsen nasional menurun sementara waktu, sehingga turut mempersempit ketersediaan emas di pasar domestik.

“Harga emas naik juga karena ada gangguan produksi di Freeport,” jelas Airlangga.

Kontribusi Emas Terhadap Inflasi Terbesar di Bulan Oktober

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini sebelumnya menyampaikan bahwa emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar tekanan inflasi pada Oktober 2025. Komoditas ini mencatatkan kenaikan harga hingga 3,05% dalam kelompok pengeluaran “perawatan pribadi dan jasa lainnya,” dengan andil 0,21% terhadap inflasi bulanan nasional.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi kedua terbesar, dengan andil 0,08%. Kenaikan harga cabai merah berkontribusi 0,06%, diikuti telur ayam ras (0,04%) dan daging ayam ras (0,02%).

Namun, sejumlah komoditas masih memberikan andil deflasi, menahan laju kenaikan harga secara keseluruhan. Di antaranya bawang merah dan cabai rawit yang masing-masing berkontribusi deflasi 0,03%, tomat 0,02%, serta beras, kacang panjang, dan cabai hijau yang masing-masing menahan inflasi 0,01%.

Dinamika Emas di Tengah Tren Global

Secara global, harga emas memang tengah berada dalam tren penguatan sejak pertengahan 2025. Faktor pendorong utamanya berasal dari kebijakan moneter longgar sejumlah bank sentral dunia, serta permintaan tinggi terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Kondisi ini membuat harga emas dunia menembus level tertinggi dalam dua tahun terakhir, dan efeknya turut dirasakan di pasar domestik.

Para analis menilai, jika tren ini berlanjut hingga akhir tahun, harga emas lokal berpotensi tetap tinggi, terutama dengan permintaan yang kuat dari investor ritel dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memiliki emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Inflasi Terkendali Meski Ada Tekanan Komoditas

Meski inflasi Oktober menunjukkan kenaikan, pemerintah menilai tingkat inflasi nasional masih dalam batas aman. Angka 2,86% yoy masih jauh di bawah target inflasi 2025 yang ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia di kisaran 3±1%.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga kestabilan harga bahan pangan dan memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar tekanan harga tidak berlanjut.

“Inflasi masih terkendali, dan kita akan terus pantau pergerakan harga-harga komoditas, baik emas maupun bahan pokok lainnya,” tegasnya

Kenaikan harga emas memang memberi tekanan terhadap inflasi Indonesia pada Oktober 2025. Namun, di balik dampak negatif tersebut, terdapat sisi positif berupa meningkatnya literasi dan minat investasi masyarakat terhadap emas.

Dengan hadirnya bullion bank dan diversifikasi instrumen investasi, fenomena ini justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem keuangan nasional. Selama inflasi tetap dalam koridor yang terjaga, kenaikan harga emas dapat dilihat sebagai tanda tumbuhnya kesadaran finansial masyarakat Indonesia.

Komiditi Bank Syariah IndonesiaEkonomi Nasionalinvestasi emasPegadaian

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Komiditi wti

Harga Minyak Dunia Melemah: WTI dan Brent Tertekan di Awal Sesi Eropa

October 28, 2025

Harga minyak dunia melemah di awal sesi Eropa. WTI turun ke $60,89 per barel dan Brent merosot ke $64,68 di tengah kekhawatiran permintaan global. Tekanan dari Sisi Permintaan Global Jakarta — Harga minyak mentah global kembali bergerak melemah pada perdagangan hari Selasa (28/10/2025), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap permintaan energi…

Read More
Komiditi wti

WTI Anjlok ke Level Terendah 1 Bulan: Harapan Damai Ukraina dan Kekhawatiran Pasokan Picu Tekanan Baru

November 22, 2025

Harga minyak WTI merosot ke posisi terendah satu bulan akibat optimisme pembicaraan damai Ukraina dan potensi pelonggaran sanksi Rusia yang dapat meningkatkan pasokan global. Simak analisis fundamental dan teknikal lengkapnya di sini. WTI Merosot Tajam: Optimisme Damai Ukraina Memukul Harga Minyak ke Titik Terendah Baru Harga minyak mentah West Texas…

Read More
Komiditi minyak

Harga Minyak Dunia Melejit: OPEC+ Pertahankan Produksi di Tengah Geopolitik Memanas

December 2, 2025

Harga minyak global melonjak seiring ketegangan geopolitik dan keputusan OPEC+ menahan produksi pada kuartal I/2026. Serangan Ukraina ke kapal Rusia serta gangguan terminal CPC turut memperkuat rebound harga Brent dan WTI. Gangguan di Terminal CPC Ikut Picu Kekhawatiran Pasokan Harga minyak global kembali menanjak seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan keputusan…

Read More

Comment

  1. Pingback: IHSG Tergelincir ke Level 8.100: Pasar Tunggu Rilis Ekonomi dan Tinjauan MSCI November 2025 - ForixDaily

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bupati Aep Syaepuloh Resmikan Mal Pelayanan Publik Cikampek, Perluas Akses Layanan Warga Karawang
  • Wall Street Bergerak Beragam di Tengah Musim Laporan Laba
  • Pound Sterling Menguat di Tengah Lonjakan Harga Ritel Inggris: Sinyal Bullish Baru bagi GBP
  • IHSG Terkoreksi Tajam di Awal Pekan, Analis Ungkap Aksi Profit Taking hingga Sentimen Global
  • GBP/USD Bertahan Bullish, Mengincar 1,3700 di Tengah Tekanan Dolar dan Data Inggris yang Solid

Archives

  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
©2026 ForixDaily | WordPress Theme by SuperbThemes